Menyebut Tuhan dan Menghujat Secara Bersamaan

in zzan •  last year  (edited)


sumber gambar: pixabay yang sudah dimodifikasi

Ada seorang teman, namanya Petrus, seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai salesman kamera digital sebuah perusahaan dari Jepang. Setiap hari ia melakukan perjalanan pergi-pulang dari arah kota Gresik ke Surabaya. Maklum rumahnya berada di daerah Menganti, yang merupakan daerah perbatasan di kedua kota itu.Tempat bekerjanya ada di daerah jalan Undaan, Surabaya. Daerah yang penuh dengan kemacetan pada jam-jam kerja.

Saya sering berboncengan dengan dia ketika jam istirahat kerja untuk makan di tempat warung langganan kami. Tempatnya kira-kira butuh waktu lima menit untuk sampai di sana. Seperti biasa Petrus berkendara dengan agak kencang bak pembalap amatiran. Dia sering kali berusaha menyalip kendaraan yang ada didepannya sambil beberapa kali memencet bel motornya. Kadang menjengkelkan juga merasakan tingkah laku berkendara si Petrus ini.

Yang lebih menjengkelkan lagi adalah dia sering mengumpat ketika mengerem mendadak sehingga seringkali kami dipelototi dengan rasa dongkol dan benci oleh pengendara lainnya, yang kebetulan mendengar umpatannya.

"Jancok....jancok.... duh... kok nggak minggir!" Begitulah umpatan yang saya sering saya dengar dari mulut si Petrus.

"Petrus... awakmu nggak risih, ngumpat-ngumpat begitu?" tanya saya ketika saat sedang dibonceng oleh si Petrus.

"Sebetulnya bosan juga, sih! Tapi wes jadi kebiasaan iki," jawab Petrus.

Tiba-tiba.....! Petrus mengerem mendadak ketika berada di pertigaan lampu merah dan seperti biasa, ia mengumpat. Ia mengumpat bersamaan dengan berubahnya lampu kuning ke lampu merah.

"Jancok....jancok... wes lampu merah...!" umpat Petrus dengan nada tinggi, sambil menginjak dan menekan rem sepeda motor Honda-nya.

Terlihat pengendara motor lainnya yang berada di samping kami, melongo dengan mata dan mimik muka yang tidak menyenangkan melambangkan ketidaksukaan dengan umpatan si Petrus.

Akhirnya saya jadi juga tidak nyaman dengan tingkah laku Petrus yang sering mengumpat. Saya pun memutuskan memberikan saran untuk meminimalisir efek dari umpatannya tersebut.

"Petrus... lain kali kalau mengumpat coba pakai kata-kata ini ya!" saya mencoba memberikan masukan kepadanya.

"Ya Tuhan........ jancok..jancoook!"

"Tapi dengan catatan, kata-kata ya Tuhan... nadanya harus lebih keras"

"Yang kata jancok...jancook-nya itu nadanya menurun, mengerti nggak?"

Begitulah saran sara, dan beberapa kali ia mencoba walaupun untuk pertama kalinya ia belum terbiasa tetapi ia mencoba dan akhirnya ia bisa mengikuti cara yang telah saya sarankan itu.

Suatu saat ia bercerita kepada saya, "Awakmu iki bener."

"Pas aku lagi kaget ndek jalan, aku ngumpat sesuai saran awakmu."

"Ya Tuhan.... tak banterkan... terus jancok-jancok e tak turunkan nadanya."

"Wong-wong podo kaget.. cuma pandangane nggak kayak ngamuk, malah bingung mereka."

"Bingung... pikir mereka, aku ini lagi sambat atau lagi ngumpat."

"Ha...ha..!" saya pun menimpalinya dengan tertawa kecil, dan tidak menyangka saran saya ini ternyata membawa hasil.

Semenjak itu, Petrus pun mulai mengurangi kebiasaannya mengumpat ketika berkendara di jalanan. Kalaupun ia kaget atau sedang memperingatkan pengendara lain, ia menggunakan kata-kata yang tegas dan jelas walaupun dilakukan dengan nada agak tinggi, tetapi tidak langsung mengundang kemarahan pengendara lainnya. (hpx)
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

dblog logo w white background.jpg
This post is upvoted by @dblog.supporter.
Visit https://dblog.io now! This is a tribe for all bloggers on Steem blockchain.

Kita reblog ke ribuan follower yah.. :] Terimakasih sudah memvoting kami sebagai witness.

Hi @happyphoenix!

Your post was upvoted by @steem-ua, new Steem dApp, using UserAuthority for algorithmic post curation!
Your UA account score is currently 4.741 which ranks you at #1587 across all Steem accounts.
Your rank has not changed in the last three days.

In our last Algorithmic Curation Round, consisting of 92 contributions, your post is ranked at #34.

Evaluation of your UA score:
  • Some people are already following you, keep going!
  • The readers like your work!
  • Try to work on user engagement: the more people that interact with you via the comments, the higher your UA score!

Feel free to join our @steem-ua Discord server